Televisi : Total Hegemoni

Kini hampir di setiap rumah selalu hadir sebuah kotak ajaib bernama televisi. Tanpa kehadirannya kehidupan manusia seakan-akan menjadi tidak menarik lagi. Menjadi suatu hal yang menarik untuk memperbincangkan atau tepatnya mengkritik keberadaan televisi ditengah kehidupan manusia. Diakui atau tidak televisi telah mampu mengubah kehidupan manusia modern saat ini.

Read More

Telaah Perempuan

Wanita penuh derita, mulai dari zaman yunani kuno dimana ia tidak diakui sebagai salah satu warga negara, bahkan pada masa pra-sokrates wanita hanya terlihat seperti binatang dalam kehidupan sosial dimasa itu sebagaimana tertulis dibuku-buku sejarah. Wanita pada zaman yunani kuno hanya menjadi objek penidasan, kekerasan dan eksploitasi seksual dari sang penguasa bahkan dari strata sosial rendah (pria) pun melakukan subordinat terhadap kaum perempuan, betapa malangnya nasib kaum perempuan pada masa yunani kuno.

Read More

Marsinah, Sosok Kartini Revolusioner

Kartini adalah perempuan yang dirisaukan budaya. Buah bimbang berpikir, dia korespondensikan via surat kepada relasi Belandanya, J.H. Abendanon. Dalam keterbatasan pengetahuan, Kartini muda yang mengalami friksi dirinya yang Jawa, Islam, dan hidup di negeri terjajah terhadap kehidupan modern Barat.

Read More

Bila Bumi Tak Ada Lagi, dimana Kita Tinggal ?

Bumi telah makin renta, terbebani aktivitas hidup yang berada dipermukaannya, terlebih aktivitas spesies yang dikatakan paling sempurna, karena dianggap memiliki akal pikiran, yang mampu menciptakan budaya dan peradaban, spesies itulah, Homo Sapien, bangsa manusia, kita. Lewat kecerdasannya manusia mencipta beraneka rupa alat-alat, benda-benda juga bahan-bahan yang akhirnya merubah wajah bumi hingga hari ini.

Read More

Enjoy Imprealism

Silahkan nikmati berbagai produk murah, tapi jangan salah, kita merelakan diri dijajah. Dalam konteks kontemporer, kerja sama antar negara tidak terpengaruh stigma ideologi. Berbeda halnya pada dekade setelah berakhirnya era kolonialisme. Seperti ASEAN, pendiriannya berkaitan erat dengan perubahan drastis peta politik di kawasan Asia Tenggara, yakni setelah usai perang Vietnam, dengan ditariknya tentara.

Read More

Search

17.5.11

Koperasi Perintis Rochdale : Sejarah bagi Refleksi Pergerakan Koperasi Kontemporer


Membicarakan koperasi tentu harus membicarakan pula bagaimana proses sejarah mulai dibangunnya koperasi. Koperasi memang sering digembar-gemborkan namun tidak sedikit orang yang tidak tahu menahu (dan bahkan tidak ingin tahu) tentang koperasi yang sebenaranya seperti apa. Jangankan makna, nilai, dan prinsip-prinsip koperasi, sejarahnya pun belum tentu tahu. Padahal bila seseorang mengetahui sejarah koperasi, pasti akan tahu pula tujuan serta manfaat dari dibentuknya koperasi itu sendiri. Pasca mengetahui seluk beluk koperasi diharapkan secara sadar sebagai seorang manusia yang merasa humanis pastinya akan tergerakan hatinya untuk memilih koperasi sebagai ruh ideologinya.

Awal Sejarah

Titik awal sejarah koperasi modern dimulai saat revolusi industri tahun 1770 di Inggris. Revolusi Industri telah mengubah cara kerja manusia dari penggunaan tangan menjadi menggunakan mesin. Dampaknya pun sangat luas bagi kehidupan manusia, yaitu seperti dibangunnya industri secara besar-besaran yang kemudian memunculkan segmentasi dan pertentangan antara golongan borjuis dan golongan pekerja (proletar). Disini adalah cikal bakal lahirnya kapitalisme modern.


Pertentangan antara kaum borjuis dan proletar semakin menjadi. Adanya sistem kapiltalisme menyebabkan semakin banyak korban tertindas. Maka dari itu muncul cita-cita baru untuk membangun tatanan masyarakat yang egaliter dan kekayaan dibagikan secara merata yang mana tidak hanya dimiliki oleh perseorangan saja. Dengan kondisi sosial yang semakin memburuk tersebut muncul berbagai jawaban sebagai idealita bentuk tatanan masyarakat yang lebih humanis. Adalah Robert Owen (1771-1858) seorang sosialis Inggris yang menawarkan ide komunitas-komunitas sebagai proyek percontohan dari masyarakat sosialis. Istilah co-operation hadir. Tahun 1824 dia membangun pemukiman di Amerika serikat bagi kaum buruh sebagai bentuk percontohan koperasi. Namun pada akhirnya proyek tersebut mengalami kegagalan karena permasalahan modal dan kurangnya kesadaran dari anggotanya untuk ber-swadaya.

Walaupun proyek pendirian koperasi yang dilakukan Robert Owen mengalami kegagalan, ide serta gerakan untuk membentuk koperasi terus berlanjut dan yang di anggap berhasil adalah koperasi yang didirikan 22 Desember 1844 di kota Rochdale, Inggris. Pelopornya tiada lain hanya 28 orang buruh tekstil. Tujuanya yaitu hendak meringgankan beban kaum buruh tekstil yang semakin menderita karena adanya dampak revolusi industri pada saat itu. Banyak pekerja yang telah dipecat dan masuk blacklist oleh pabrik-pabrik karena telah melakukan aksi mogok kerja untuk menuntut kenaikan upah. Karena tidak mampu mengatur upah yang lebih baik akhirnya mereka memutuskan harus bisa mengatur diri sebagai konsumen untuk harga yang lebih rendah. Koperasi modern pertama itu bernama “The Rochdale Equitable Society”.

Koperasi Rochdale awalnya dibentuk dengan usaha penyediaan barang-barang kebutuhan sehari-hari bagi anggota. Seiring waktu berjalan, koperasi semakin kuat karena adanya pemupukan modal dari anggotanya juga yang semakin besar. Koperasi Rochdale akhirnya memulai memproduksi barang sendiri yang akan dijual. Dari kegiatan tersebut akhirnya bisa memberikan kesempatan kerja bagi anggota yang belum mempunyai pekerjaan. Tujuh tahun setelah berdirinya, akhirnya Koperasi Rochdale mampu membangun sebuah pabrik dan perumahan bagi anggota-anggotanya.

Toko yang dikelola secara koperasi ini walaupun pada mulanya selalu mengalami hujatan akhirnya bisa membuktikan diri untuk bisa tumbuh berkembang secara bertahap. Perkembangan Koperasi Rochdale sangat mempengaruhi perkembangan gerakan koperasi lainnya. Tak hanya di Inggris di luar Inggris pun semangat Rochdale begitu berpengaruh bahkan prinsip-prinsip yang mereka tanamkan di Koperasi Rochdale yang dikenal dengan nama “Rochdale Principle” menjadi tonggak bagi gerakan koperasi di seluruh dunia dan cikal bakal dari prinsip-prinsip koperasi yang dikeluarkan oleh ICA (International Cooperative Alliance) tahun 1995 di Manchester, Inggris.

Sekedar Penutup

Dari sedikit sejarah berdirnya Koperasi Rochdale yang disampaikan diatas sepatutnya bisa dijadikan refleksi bagi perkembangan gerakan koperasi kontemporer. Bila semua orang secara sadar memilih koperasi sebagai jalan hidupnya tentu tak akan ada yang namanya eksploitasi dan penindasan yang dilakukan oleh manusia kepada manusia lainnya di dunia. Andai kata semua bentuk koperasi di Indonesia pun bisa bergerak sebesar itu, yakinlah Indonesia sejahtera bukanlah hal utopis. Bukankah koperasi pertama kali lahir di dunia karena kesesengsaraan yang diakibatkan oleh ganasnya kapitalisme ?. []

T-Shirt : Zionazism


Tema: Zionazism

Ukuran :
S = Lebar 44 ; Panjang 64
M = Lebar 48 ; Panjang 68
L = Lebar 52 ; Panjang 72
XL = Lebar 56 ; Panjang 76

Bahan : COTTON COMBAD 20s
Sablon : RUBER
Warna : PUTIH

PRICE : Rp 70.000,-

Pemesanan : Hubungi 085723504025 (Dodi)

Stock : Sold Out

T-Shirt : Global Warming



Tema: Global Warning

Ukuran :
S = Lebar 44 ; Panjang 64
M = Lebar 48 ; Panjang 68
L = Lebar 52 ; Panjang 72
XL = Lebar 56 ; Panjang 76

Bahan : COTTON COMBAD 20s
Sablon : RUBER
Warna : MERAH

PRICE : Rp 70.000,-

Pemesanan : Hubungi 085723504025 (Dodi)

Stock : Sold Out

T-Shirt : Robert Owen


Tema: Robet Owen

Ukuran :
S = Lebar 44 ; Panjang 64
M = Lebar 48 ; Panjang 68
L = Lebar 52 ; Panjang 72
XL = Lebar 56 ; Panjang 76

Bahan : COTTON COMBAD 20s
Sablon : RUBER
Warna : HIJAU TUA

PRICE : Rp 70.000,-

Pemesanan : Hubungi 085723504025 (Dodi)

Stock : Sold Out

16.5.11

Enjoy Imprealism

Silahkan nikmati berbagai produk murah, tapi jangan salah, kita merelakan diri dijajah.

Dalam konteks kontemporer, kerja sama antar negara tidak terpengaruh stigma ideologi. Berbeda halnya pada dekade setelah berakhirnya era kolonialisme. Seperti ASEAN, pendiriannya berkaitan erat dengan perubahan drastis peta politik di kawasan Asia Tenggara, yakni setelah usai perang Vietnam, dengan ditariknya tentara Inggris dari Asia Tenggara sebagai kekuatan pelindung. Begitu idealnya treaty of amity and cooperation yang tercatat dalam Declaration of ASEAN Concord, yakni mendorong kerja sama regional dan memperkuat stabilitas ekonomi dan sosial, terutama kerja sama di bidang bahan mentah, pangan dan energi, pembangunan bersama proyek-proyek industri besar, dan kemudahan bea untuk mendorong perdagangan sesama negara anggota.

Akan tetapi, hasil integrasi ekonomi negara-negara ASEAN melalui penjaminan preferensi bea, hingga saat ini belum menghasilkan kemajuan yang berarti. Penyebab utamanya struktur ekspor yang ada di masing-masing negara dan perbedaan tingkat kemajuan diantara sesama negara anggota. Kepentingan melindungi perekonomian dalam negeri sendiri lebih diutamakan daripada keuntungan yang dapat diperoleh dari peningkatan pembagian kerja regional.

Baru sejak Januari 2010 ini, peleburan ekonomi ASEAN baru menemukan pola dengan menciptakan kesepakatan perdagangan bebas dengan satu negara, yakni Cina. Namun ternyata, ACFTA malah menjadikan Cina menjadikan ASEAN sebagai pasar bagi kelebihan produksinya.

Sebagai contoh, produksi buah-buahan Cina terus meningkat masuk ke Indonesia. Data Kementerian Pertanian (2009), pada 2007 impor buah-buahan sebesar USD 449,1 juta, 2008 USD 474,1 juta, sementara pada Desember 2009 impor buah-buahan dari Cina tersebut meningkat 1,5 kali jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (USD 42,45 juta).

Ekonomi Indonesia semakin di dominasi investasi asing. Secara akumulatif, Cina merupakan negara penanam modal terbesar nomor 5 di Indonesia, dengan nilai USD 8 miliar. Beberapa perusahaan negeri Tiongkok itu seperti Cina National Offshore Oli Corporation (CNOOC), Petro Cina, Alcatel Shanghai, CITIC, Haier, KONKA, Huawei Technology, ZTE Corporation, dan Cina Railways Engineering Corporation dan lain sebagainya telah menanamkan modalnya di Indonesia.

Tidak hanya itu, sumber daya alam Indonesia akan semakin terkuras oleh investasi asal Cina. Sebagai contoh supply LNG dari Tangguh Indonesia bagi Provinsi Fujian sebesar 2,6 juta ton/tahun akan berlangsung selama 25 tahun dengan harga jual dibawah rata-rata harga pasar. Keadaan ini akan semakin memperparah krisis energi yang saat ini menjadi masalah utama yang dihadapi rakyat Indonesia.

Kapan Indonesia bisa menjaga kedaulatannya? Apakah belum cukup perdagangan dengan negara lain terus-menerus merugikan alam dan bangsa Indonesia. Padahal sudah dari dulu perdagangan Indonesia selalu timpang. Berlimpahnya kandungan mineral di bumi Indonesia, di mata dunia menjadikannya pemilik peringkat 3 penghasil tembaga, peringkat 2 timah, peringkat 6 penghasil nikel, peringkat 8 penghasil emas, peringkat 6 penghasil gas alam, dan peringkat 9 penghasil batubara. Cadangan minyak minimalnya mencapai 600 juta barel dan 2 triliun kaki kubik gas per tahun, maka pada harga minyak 60 dolar per barel dan gas 3 dolar per MMBTU, nilainya sekitar Rp 387 triliun.

Seandainya unsur politik tidak memberikan tendensi pada kerja sama ekonomi dan pertukaran dalam perdagangan, niscaya Indonesia tidak menjual komoditas tersebut sebagai bahan mentah, melainkan produk akhir. Dengan asumsi harga minyak 90 dolar per barel dan harga gas 15 dolar per MMBTU, maka perolehan Indonesia dari kilangnya di Blok Cepu mencapai Rp 576 triliun. Apalagi jika harga minyak terus naik diatas 100 dolar per barel seperti yang pernah terjadi pada 2008.

Ternyata dari 1 juta barel produksi minyak per hari, hanya 70 ribu barel yang diproduksi oleh perusahaan negara, sekitar 75 ribu barel produksi dikelola oleh perusahaan domestiknya, sementara sisanya sebanyak 855 ribu barel per hari (hampir 90%) dipegang perusahaan asing. Tidak jauh berbeda Indonesia dirugikan Rp 350 triliun dari harga kontrak penjualan Liquid Natural Gas (LNG) Tangguh ke Fujian–Cina sebesar 2,6 juta ton per tahun dengan harga US$ 3,35 per MMBTU selama 25 tahun.

Paling tidak kita bertanya ulang, ACFTA bukanlah proses pendewasaan menuju perdagangan global, ini bukti persaingan, di mana negara yang kuat akan mendominasi negara lain. Sementara negara yang lemah, semakin dilemahkan. Kebangkitan ekonomi Cina bukanlah ikon kebangkitan ekonomi Asia. Tetapi menjadi komprador bagi tetangganya.

Bagaimana dengan masyarakat Indonesia? Kita yang merangkak mapan, menunjukkan identitas diri atas barang yang kita konsumsi. Kita mulai terbiasa memuja komoditas asing sebagai tujuan hidup kita. Betapa tidak tergiurnya kita, melihat produk murah di iklan. Akankah kita selamanya disogokkan produk-produk luar? Produk Cina?